Judul : Menulis itu Mudah
Resume ke : 10
Gelombang : 23
Tanggal : 7 Februari 2022
Tema : Menulis itu Mudah
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Raliyanti
Resume ke : 10
Gelombang : 23
Tanggal : 7 Februari 2022
Tema : Menulis itu Mudah
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Raliyanti
Menulis itu Indah
Sri Suyanta Harsa, pada Lamuri Online tanggal 8 Februari 2022 mengatakan mengapa Menulis itu indah, karena dalam proses menulis seseorang harus memilih, memilah dan merangkai kata agar menghasilkan ungkapan terbaik yang sesuai dengan makna, letak, rasa bahasa, dan ketersambungan dengan kata sebelum atau setelahnya. Memiliki ide pokok yang jelas di awal paragraf yang diperkuat oleh ide pendukung (supporting detail) pada kalimat-kalimat berikutnya, sehingga paragraf tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh.
Pada pertemuan ke 10 Pelatihan Belajar menulis yang diadakan PGRI,bertemakan Menulis itu Indah disampaikan oleh Narasumber yang juga Penulis Buku yang berjudul "Menulis itu Indah". Beliau adalah Prof.Dr Ngainun Naim yang dalam kesehariannya sebagai salah seorang Dosen
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.sebagai moderatornya Ibu Ralyanti
Menulis itu mudah benarkah? jawabannya tergantung, kadang mudah, kadang susah
Menurut narasumber ada beberapa langkah agar menulis itu mudah
1. Ubah Pola Pikir
Menulis itu sulit, itu yang ada dalam pandangan kebanyakan masyarakat, dan itu sudah menjadi sugesti yang menggiring semua kekuatan kita untuk meyakini kalau menulis itu sulit, sehingga
menulis pada akhirnya betul-betul menjadi sulit. Nah bagaimana kalau sebaliknya dengan merubah pola pikir dengan membangun pemahaman, keyakinan, dan kesadaran bahwa menulis itu mudah agar kita tidak mudah putus asa dan bisa menyelesaikan tulisan tersebut.
Menulis itu butuh proses, dengan terus berlatih setiap hari walaupun hanya dengan satu paragraf akan melancarkan kemampuan seseorang dalam menulis.
3. Banyak Membaca
Dengan banyak membaca maka semakin banyak perbendaharaan kata-kata dan strategi dalam menyampaikan ide seseorang, dan ini sangat membantu seseorang dalam menulis. dalam membaca seseorang harus paham dengan apa yang dibaca, untuk itu tidak harus katam tapi paham apa yang dibaca
4. Meluangkan Waktu
Sesibuk apapun kegiatan kita setiap harinya, harus meluangkan waktu setengah jam atau satu untuk menulis setiap harinya , Managemen waktu kuncinya tidak menunggu waktu luang, tetapi meluangkan waktu untuk menulis.
5. Rajin mengamati mencatat, dan mengolah apa yang sudah dicatat menjadi tulisan.
Misalnya saat melakukan perjalanan, catat apa saja yang menarik.
Ini contoh tulisan narasumber tentang perjalanan Ternate Landmark di Suatu Senja
Atau misalnya pengalaman narasumber menerima SK sebagai Guru Besar kado-sangat-indah-di-awal-tahun.
Ini contoh tulisan narasumber tentang perjalanan Ternate Landmark di Suatu Senja
Atau misalnya pengalaman narasumber menerima SK sebagai Guru Besar kado-sangat-indah-di-awal-tahun.
6. Belajar Menulis Kepada Para Penulis
Group Pelatihan Belajar Menulis menjadi media belajar yang bagus dan efektif untuk menjadi penulis, dengan cara mengunjungi dan membaca serta mengomentari tulisan demi tulisan di group. Semakin sering berlatih menulis, lama-lama tulisan akan enak dan mudah dipahami.
Marilah meluangkan waktu untuk menulis, membaca, mengamati dengan menyemangati diri sendiri terutama dengan sugesti hebat yang mengatakan kalau kita bisa menulis.
Salam Literasi

Resumenya bagus... Dan selalu suka 🔴🔴🔴
ReplyDeleteKeren
ReplyDelete